semua kejadian itu masih membekas..
tahun tahun yang penuh arti..
hingga akhirnya merasa jenuh..
karna semakin berganti tahun,
diriku semakin mengerti, bahkan merasakan..
apa itu kepalsuan..
seperti apa menunggu..
bagaimana rasanya keluar dari zona nyaman..
melawan aturan..
dikucilkan..
dibenci..
hilangnya kepercayaan sekitar..
menjadi sosok yang pendiam dan tertutup..
ini hidupku...
meskipun sudah ku lalui semua itu,
tak jarang orang meremehkanku..
karna alur hidupku yang berkelok..
penuh tanjakan, turunan..
kerikil, duri..
jurang..
pada dasarnya semua itu kulalui sendiri..
orang sekitarku hanya memberikan semangat tanpa arti..
hanya ucapan membangun lalu ditinggal pergi..
apa itu?
masih banyak yang kupendam, hingga akhirnya menjadi dendam..
dendam tak berujung..
karna yang kulawan bukan orang lain..
melainkan keluarga dan diriku sendiri..
Kamis, 17 Desember 2020
Rabu, 16 Desember 2020
Penuntun hidup
Assalamualaikum penuntun hidup
Apa kabarmu?
Semoga kamu selalu di beri perlindungan oleh sang maha pencipta..
Lewat pesan kecil ini, aku ingin mengutarakan isi hatiku, yang tak mampu ku ucap lewat lisan..
Sungguh egois bukan?
Sungguh pengecut bukan?
aku meminta maaf..
Ini lah aku, hasil dari tuntutan mu..
Tuntunanmu sedari kecil
Rabu, 29 Januari 2020
DIA adalah AKU
DIA
Dia adalah aku..
kamu adalah orangtuaku..
Dia adalah pesuruhmu..
Semua yang dia lakukan atas dasar perintahmu..
Dia yang tak punya tujuan..
Tujuannya hanya menuruti perintahmu
Agar kamu tersenyum padanya..
Agar kamu melihatnya (tidak merendahkanya)
Dia..
yang selalu sendiri..
yang selalu berusaha sendiri..
yang selalu berusaha terlihat ceria..
Dari gaya dan logatnya yang membuat semua orang tertipu...
Hingga akhirnya dia mulai berbeda..
Dia lebih sering menampakkan keasliannya...
Apa yang dia rasakan sebenarnya,,
Apa yang dia takutkan saat itu,,
Dia semakin terdiam..
Semakin menutup dirinya..
Tak ada orang yang dia percaya..
Kecuali Sang pencipta..
Betapa menyedihkannya dia..
Yang harus melakukan semua perintahmu..
Namun,,
Dia yang harus menanggung semuanya..
Sampai resikonya pun dia yang menanggung..
Padahal yang memberikan perintah adalah kamu..
Yang menentukannya pun kamu..
Tapi kenapa dia yang menanggung?
Kamu..
Karnamu orang - orang yang dia percaya perlahan pergi..
Kini...
Kini dia mulai terbuka,, karna dia telah menemukan seseorang yang mampu menerima kekurangannya..
Yang mau mendengar keluh kesahnya..
Yang mau berjuang untuknya..
Yang mampu mengerti tanpa berkomentar..
Yang mampu memberi solusi tanpa membebani..
Yang mau menolong tanpa ragu..
Wahai sang pencipta..
Jagalah orang itu untuk dia..
Semoga orang itu pilihanmu (sang pencipta) untuk dia..
Dan semoga dia bisa tersenyum lagi tanpa harus berpura - pura..
Dia adalah aku..
kamu adalah orangtuaku..
Dia adalah pesuruhmu..
Semua yang dia lakukan atas dasar perintahmu..
Dia yang tak punya tujuan..
Tujuannya hanya menuruti perintahmu
Agar kamu tersenyum padanya..
Agar kamu melihatnya (tidak merendahkanya)
Dia..
yang selalu sendiri..
yang selalu berusaha sendiri..
yang selalu berusaha terlihat ceria..
Dari gaya dan logatnya yang membuat semua orang tertipu...
Hingga akhirnya dia mulai berbeda..
Dia lebih sering menampakkan keasliannya...
Apa yang dia rasakan sebenarnya,,
Apa yang dia takutkan saat itu,,
Dia semakin terdiam..
Semakin menutup dirinya..
Tak ada orang yang dia percaya..
Kecuali Sang pencipta..
Betapa menyedihkannya dia..
Yang harus melakukan semua perintahmu..
Namun,,
Dia yang harus menanggung semuanya..
Sampai resikonya pun dia yang menanggung..
Padahal yang memberikan perintah adalah kamu..
Yang menentukannya pun kamu..
Tapi kenapa dia yang menanggung?
Kamu..
Karnamu orang - orang yang dia percaya perlahan pergi..
Kini...
Kini dia mulai terbuka,, karna dia telah menemukan seseorang yang mampu menerima kekurangannya..
Yang mau mendengar keluh kesahnya..
Yang mau berjuang untuknya..
Yang mampu mengerti tanpa berkomentar..
Yang mampu memberi solusi tanpa membebani..
Yang mau menolong tanpa ragu..
Wahai sang pencipta..
Jagalah orang itu untuk dia..
Semoga orang itu pilihanmu (sang pencipta) untuk dia..
Dan semoga dia bisa tersenyum lagi tanpa harus berpura - pura..
Langganan:
Komentar (Atom)