DIA
Dia adalah aku..
kamu adalah orangtuaku..
Dia adalah pesuruhmu..
Semua yang dia lakukan atas dasar perintahmu..
Dia yang tak punya tujuan..
Tujuannya hanya menuruti perintahmu
Agar kamu tersenyum padanya..
Agar kamu melihatnya (tidak merendahkanya)
Dia..
yang selalu sendiri..
yang selalu berusaha sendiri..
yang selalu berusaha terlihat ceria..
Dari gaya dan logatnya yang membuat semua orang tertipu...
Hingga akhirnya dia mulai berbeda..
Dia lebih sering menampakkan keasliannya...
Apa yang dia rasakan sebenarnya,,
Apa yang dia takutkan saat itu,,
Dia semakin terdiam..
Semakin menutup dirinya..
Tak ada orang yang dia percaya..
Kecuali Sang pencipta..
Betapa menyedihkannya dia..
Yang harus melakukan semua perintahmu..
Namun,,
Dia yang harus menanggung semuanya..
Sampai resikonya pun dia yang menanggung..
Padahal yang memberikan perintah adalah kamu..
Yang menentukannya pun kamu..
Tapi kenapa dia yang menanggung?
Kamu..
Karnamu orang - orang yang dia percaya perlahan pergi..
Kini...
Kini dia mulai terbuka,, karna dia telah menemukan seseorang yang mampu menerima kekurangannya..
Yang mau mendengar keluh kesahnya..
Yang mau berjuang untuknya..
Yang mampu mengerti tanpa berkomentar..
Yang mampu memberi solusi tanpa membebani..
Yang mau menolong tanpa ragu..
Wahai sang pencipta..
Jagalah orang itu untuk dia..
Semoga orang itu pilihanmu (sang pencipta) untuk dia..
Dan semoga dia bisa tersenyum lagi tanpa harus berpura - pura..